Bengkulu, 6 Oktober 2025 – Dalam upaya memperkuat daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di era digital, LPP TVRI Bengkulu menyelenggarakan program “Digital Clinic Mengemas UMKM”, sebuah kegiatan yang dirancang untuk membekali pelaku usaha lokal dengan keterampilan digital, khususnya dalam pembuatan konten kreatif untuk promosi produk dan pariwisata daerah.
Acara yang digelar di Bengkulu pada Senin (6/10) ini dihadiri oleh para pelaku UMKM, penggiat pariwisata, serta perwakilan instansi pemerintah dan media. Melalui program ini, peserta mendapatkan pelatihan intensif mengenai cara memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar dan meningkatkan visibilitas produk mereka di platform online.
Kegiatan ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mempercepat transformasi digital UMKM, sebagaimana menjadi fokus utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis teknologi.
“Kami ingin membantu UMKM Bengkulu agar mampu bersaing di era digital. Melalui pelatihan ini, para peserta belajar cara mengemas produk dan jasa mereka menjadi konten digital yang menarik, informatif, dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar salah satu narasumber dari LPP TVRI Bengkulu.
Dalam sesi “Konten Kreatif untuk UMKM”, peserta diajarkan teknik dasar pembuatan foto dan video produk, penulisan narasi promosi yang efektif, hingga strategi pemasaran melalui media sosial dan marketplace digital. Pendekatan ini tidak hanya mengedepankan kreativitas, tetapi juga efisiensi biaya dalam promosi.
Melalui digitalisasi, UMKM diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional, mengoptimalkan pemasaran dengan biaya yang lebih terjangkau, serta mengembangkan bisnis secara berkelanjutan. Selain itu, pelaku pariwisata lokal juga mendapat wawasan tentang bagaimana konten digital dapat menarik minat wisatawan dan mempromosikan potensi daerah Bengkulu ke kancah nasional maupun internasional.
Program “Digital Clinic Mengemas UMKM” menjadi langkah nyata dalam mendukung UMKM agar lebih berdaya saing di pasar digital. Dengan keterampilan baru yang diperoleh, para pelaku usaha diharapkan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman dan mengoptimalkan peluang dari kemajuan teknologi informasi.
“Inisiatif seperti ini perlu terus digalakkan agar UMKM di Bengkulu tidak tertinggal dalam arus digitalisasi. Digital bukan hanya tren, tapi sudah menjadi kebutuhan dasar untuk pengembangan usaha,” ujar salah satu peserta dengan antusias.
Melalui kolaborasi antara media, pemerintah, dan pelaku usaha, Bengkulu menunjukkan komitmennya untuk menjadi daerah yang adaptif terhadap inovasi, serta menjadikan digitalisasi sebagai pilar utama penggerak ekonomi lokal.(hj)

