DiskopUKM – Rabu, 24 – 26 Juli 2019 bertempat di Kabupaten Lebong di laksanakan Pembinaan Peningkatan dan Perluasan Akses Permodalan kepada Pelaku/ Pengurus Koperasi Produksi dan Konsumen Tahun Anggaran 2019

Peran koperasi dalam menunjang kegiatan roda ekonomi masyarakat terutama dalam menggerakan sektor riil merupakan realitas dalam kegiatan ekonomi masyarakat maupun daerah yang strategis dan penting. Koperasi sebagai Badan Hukum yang diatur oleh Undang-Undang dalam rangka untuk meningkatkan kesejahteraan anggaranya harus mempunyai tujuan yang jelas pengurus yang dapat menjalankan fungsinya, mempunyai kegiatan usaha dan modal untuk mencapai tujuan tersebut.

Sebagaimana yang kita ketahui masih banyak koperasi saat ini yang menjadi beban pemerintah atau pihak lain karena tidak melaksanakan kemandirian itu sendiri sehingga banyak bergantung pada bantuan pihak lain dengan gejolak ekonomi global yang tidak menentu sekarang ini pemerintah fokus membangun ekonomi kerakyatan, diantaranya dengan memberikan kredit murah bagi para pelaku usaha. Pada kesempatan ini saya juga berharap kita dapat bekerja sama dan bersinergi untuk dapat membantu para pelaku/pengurus koperasi di Kabupaten Lebong ini agar dapat berjalan dan melakukan fungsinya sebagaimana yang kita harapkan.

Pembukaan Kegiatan Pembinaan Peningkatan dan Perluasan Akses Permodalan kepada Pelaku/ Pengurus Koperasi Produksi dan Konsumen di Kabupaten Lebong Tahun Anggaran 2019 yang diikuti oleh 60 peserta yang terdiri dari pelaku usaha sebanyak 25 Peserta dan Pengurus Koperasi sebanyak 35 peserta, para pejabat Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Kabupaten Lebong dan 2 (dua) orang narasumber dari kalangan Akademisi ( Dosen UNIB) dan Perbankan ( Kepala BPD Capem Lebong).

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Koperasi, UKM Provinsi Bengkulu juga menyampaikan bahwa penyaluran dana pinjaman dari Bank Bengkulu salah satunya memalui program kemitraan dan bina lingkungan (BABE PROBILLING) yaitu Program Kemitraan dengan memberikan pembinaan dalam pembiayaan usaha yang produktif di semua sektor baik ekonomi, industri, perdagangan, pertanian, perkebunan, perikanan, serta jasa lainya

Dalam laporanya, ketua panitia penyelenggara Ade Andriati, SE menyampaikan bahwa maksud di adakan kegiatan ini adalah untuk memberikan Bimbingan Kepada Pelaku/ Pengurus Koperasi dalam rangka untuk mendapatkan modal usaha yang akan digunakan dalam mengembangkan pendapatan dan kesejahtraan anggota koperasinya.Di samping itu kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan hasil usaha koperasinya sehingga dapat bersaing dengan koperasi yang ada di Daerah. Ade Andriati SE juga menyampaikan bahwa hasil yang di harapkan dari pembinaan peningkatan dan perluasan akses permodalan kepada pelaku/pengurus koperasi dengan harapan agar peserta dapat mengembangkan pendapatannya dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi umumnya.

Dalam kesempatan tersebut narasumber dari akademisi yakni Bapak Fachruzzaman Dosen Fakultas Ekonomi Bisnis UNIB mengungkan bahwa ada 4 Ciri Khas Koperasi (Modern) Sebagai Organisasi Ekonomi: yakni adanya sekelompok orang yang menjalin hubungan antara sesamanya atas dasar sekurang-kurangnya satu kepentingan yang sama (kelompok koperasi), adanya dorongan (motivasi) untuk mengorganisasikan diri dalam kelompok guna memenuhi kebutuhan ekonomi melalui usaha bersama atas dasar swadaya dan saling tolong-menolong (motivasi swadaya), adanya perusahaan yang didirikan dan dikelola secara bersama-sama dan memberikan pelayanan kepada anggotanya sebagai tugas perusahaan koperasi. Ke-4 ciri tersebut menunjukkan bahwa kegiatan koperasi (secara ekonomi) harus mengarah pada “prinsip identitas” bahwa anggota sebagai pemilik sekaligus sebagai pelanggan

Sementara narasumber dari Bank Pembangunan Bengkulu Capem Lebong Bapak Ari Wibawa menyampaikan bahwa Program BABE PROBILING adalah Program yang ditujukan untuk meningkatkan Kemampuan Usaha Kecil Mitra Binaan agar menjadi tangguh dan mandiri sekaligus memberikan Multiplier Effect bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar wilayah kerja Bank Bengkulu. Sedangkan syarat-syarat yang harus dipenuhi bagi para pelaku usaha/ koperasi yakni belum memenuhi persyaratan perbankan atau Lembaga Keuangan Non-Bank, Mengisi Formulir Pengajuan, Copy Identitas (KTP/Surat Perekaman KTP Elektronik), Copy Kartu Keluarga ,Copy Bukti Pembayaran PBB,Surat Izin Usaha Dari Kelurahan,Foto 4×6 (2 lembar),Surat Keterangan Tidak Mampu.

error: